
***
[Nasihat Seorang Guru]
Memang seperti itulah dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu, Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai.
Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel ditubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.
Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah Saw. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah swt.
Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Beliau memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.
Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab Ra. juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.
Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.
Tidak. Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih "tragis"
Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani... justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke manapun mereka pergi. Akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.
Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga "hasrat untuk mengeluh" tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.
Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya "ditinggalkan" hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman.
Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yg takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar. Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, "ya Allah, berilah dia petunjuk...sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang..."
Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta. Mengajak kita untuk terus berlari.[]
FahruRozi
Mengharap Rahmat Allah & Tidak Berputus Asa dari RahmatNya (Always Keep Positive Thingking)

Jika kita mengisi benak kita dengan hal-hal yang baik,maka hal-hal yang baik akan datang ke dalam hidup kita. Allah sesuai prasangka hamba-Nya. Prasangka baik kepada Allah bisa memunculkan optimisme yang tinggi dan merasa yakin bahwa Allah PASTI akan membantu, sesulit apapun keadaannya. Ketika praktiknya kita akan merasa lebih mudah menjalaninya
Setiap mendapat cobaan atau ujian, akan lebih baik berprasangka "Allah sayang sama saya, buktinya Allah masih mau ngasih ujian. Berarti Allah ingin meng-upgrade diri saya. Allah perhatian sama saya. Allah ingin meningkatkan derajad ketaqwaan saya dan menjadikan saya bagian dari orang orang yang Mulia.
Sahabat fillah, memberi makan pikiran kita sama pentingnya dengan memberi makan fakir miskin, anak yatim, dan orang-orang kelaparan di Somalia. Yang perlu diperhatikan, apakah kita lebih banyak memberi makan untuk pikiran positif, atau justru pikiran negatif?
Masalahnya, asupan untuk pikiran negatif bergentayangan di mana-mana, seperti: Berita kriminal, gosip selebritis, pornografi, film horor, kata-kata makian, permusuhan, penyiksaan , dan hal lainnya yang membuat diri kita tidak produktif, malah justru bersifat konsumtif dan didominasi oleh hal-hal yang kurang penting. (namun berbeda jika ini menyangkut problematika umat yang memang harus dicari solusinya ya,harus dipikirkan dan seharusnya membuat kita semakin produktif ^o^)
Sementara itu, asupan gizi untuk pikiran positif adalah segala sesuatu yang membuat kita termotivasi untuk berbuat baik. Asupan positif ini bisa didapat dari bacaan seperti Al Qur'an, buku-buku motivasi, Training motivasi, atau juga melalui kajian kajian Islam, ceramah, film yang menggugah, bahkan nasehat dari sahabat.
Pikiran manakah yang lebih sering kita beri makan tiap harinya? Maka pikiran tersebutlah yang akan mendominasi diri kita. Itulah sebabnya ada orang yang tiap hari gemar tersenyum, tapi ada juga yang tiada hari tanpa merengut. Bisa ditebak, mana yang pikiran positifnya lebih "gendut", mana yang "kurus".
Sesungguhnya tiap diri kita telah Allah beri sisi positif dan negatif, tinggal pilihan kita yang menentukan; apakah sisi positif yang lebih kuat karena banyak dikasih makan, atau justru sisi negatif kita.
Kalau kita tidak menyadari hal ini, bisa-bisa kita menyalahkan Allah ketika ditimpa masalah, padahal memang fitrah tiap makhluk hidup untuk menghadapi masalah. Yang membedakan adalah pola sikapnya, ada yang tetap positif seberat apapun masalahnya, namun ada juga yang sikapnya negatif meskipun cuma menghadapi masalah sepele, seperti muncul jerawat di hidung, ataupun diklakson orang dari belakang.
Tentu saja sikap merupakan buah produksi dari pikiran. So, penting banget untuk menjaga kesehatan pikiran positifmu, dan mulai menyuruh si pikiran negatif untuk berpuasa, misalnya... Perbanyak Kegiatan2 Positif (kumpul dengan orang orang yang sholeh agar tertular ilmunya,ikut kajian keIslaman) rileksasikan pikiran ke tempat tempat yang sejuk ,tenang dan merefreshkan mata dan jiwa(sekalian tadabbur alam) ,amar ma’ruf nahi mungkar (dakwah interaksi ke umat , karena dengan bercengkrama dengan umat kita akan mampu membangun positif thingking dalam diri kita, karena terkadang keadaan kita masih jauh lebih baik dibanding mereka yang tidak bisa makan 3x sehari , hidup di kolong jembatan atau dikejar2 rentenir) , jauhi tempat yang banyak terdengar ucapan kasar, pilih-pilih bacaan dan film yang bermutu dan berbobot (Seperti kisah para sahabat atau shahabiyah), Nonton TV cukup satu jam sehari, jangan nonton yang cinta-cintaan karena bikin lupa sama hal lain.
Diri kita di masa depan merupakan hasil dari pikiran kita di masa kini. Jangan sia-siakan hidup untuk hal negatif. Allah berfirman “ Aku bergantung prasangka hamba-Ku kepadaKU,apabila ia berprasangka baik kepadaku maka kebaikan baginya, dan bila berprasangka buruk maka keburukan baginya” (HR Ahmad)
Selalulah berkhusnudzon dengan ketetapan Allah, dalam kondisi apapun. Karena Allah akan memuji hamba hambanya yang selalu mengharapkan rahmat , jalan keluar, ampunan dan pertolongan dari-Nya. Cicak yang merayap pun selalu bisa mendapatkan nyamuk yang terbang, itulah kemurahan Allah. Maka jangan pernah berputus asa dari rahmatNya.
“Ya Allah, jika nanti aku kehilangan apapun yang aku sukai, apapun yang aku sayangi, dan apapun milikMu yang Kau titipkan padaku, aku yakin Kau telah menyiapkan ganti yang lebih baik, dan rencanaMu ya Allah…adalah rencana yang terindah, skenario mengagumkan yang hanya akan terlihat indah, pada mereka yang berkhusnudzon pada setiap ketetapanMu…”
“Duhai Tuhanku, karuniakan padaku ilham agar aku selalu mensyukuri nikmat-Mu yang Kau anugrahkan padaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku selalu beramal shaleh yang Kau ridhai. Dengan rahmat-Mu masuk ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh.” ( An-Naml/27:19). Aamiin
Keep Positif Thingking dengan senantiasa takut kepada Allah dan mengharap rahmat dariNYa dan tidak pernah berputus asa dari RahmatNYA. HAMASAH!!!!
Wallahualam Bishawab
(dinie)
Rujukan :
Pilar Pilar Pengokoh nafsiyah islamiyah
an-nida online
http://qousa.wordpress.com/2010/12/29/allah-sesuai-prasangka-hambanya/
Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya pasti tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikir positif. Tapi, bagaimana melatih diri supaya pikiran positiflah yang 'beredar' di kepala kita, tak banyak yang tahu. Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.
1. Melihat masalah sebagai tantangan
Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.
2. Menikmati hidupnya
Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.
3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide
Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.
4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak.
'Memelihara' pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah.
5. Mensyukuri apa yang dimilikinya
Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya
6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu
Sudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif.
7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan
Pernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, mereka ini jelas bukan penganutnya.
8. Menggunakan bahasa positif
Maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti "Masalah itu pasti akan terselesaikan," dan "Dia memang berbakat."
9. Menggunakan bahasa tubuh yang positif
Di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan 'hidup'.
10. Peduli pada citra diri
Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam.

Ketika Perjuangan Ini suLit,Pasti ada kemudahan datang dariNYA..
Ketika Langkah ini Lemah, Pasti Kekuatan Akan muncul karena NYA..
Ketika Menghadapi masalah atau sesuatu hal yang dapat menyurutkan keistiqomahan ini..
Di saat itulah ALLAH akan melihat dan menilai siapa yang bertahan, siapa yang kuat.. dan siapa yang pantas memperjuangkan agama Nya ini??
Ya Allah, kami memohon kepada-Mu iman yang tak tergoyahkan,
keberanian yang tak pernah surut, hasrat yang tak bisa dikalahkan, tekad yang
tak bisa dipatahkan, dan keteguhan yang tak bisa diganggu-gugat.
Ya Allah, tetapkanlah diri kami dalam agama-Mu dan dalam aktivitas dakwah
hingga saat kami bertemu dengan-Mu.
Ya Allah, tolonglah kami dengan orang-orang Mukmin yang memiliki kekuatan;
tolonglah kami dengan orang-orang Mukmin yang ikhlas dan menaati-Mu.
Ya Allah, tolonglah kami dengan orang-orang yang bersedia berdakwah bersama
kami; bersedia menanggung kesusahan, kecemasan, dan tanggung jawab bersama
kami.
Ya Allah, berilah kami pertolongan dan perlindungan. Siapkanlah orang-orang
yang akan menolong kami menerima kekuasaan di Yordania, Suriah, Irak, Mesir,
Turki, dan negeri-negeri Muslim lainnya. Bukalah hati mereka agar dapat
menerima seruan kami.
Ya Allah, berilah kemampuan kepada kami untuk menegakkan Khilafah Islamiyah,
mengibarkan râyah (panji-panji kaum Muslim), serta menerapkan syariat Islam.
Ya Allah, berilah kami kekuatan untuk menyingkirkan hukum-hukum dan sistem
kufur dari negeri-negeri kaum Muslim.
Ya Allah, berilah kami kekuatan untuk menyatukan seluruh wilayah kaum Muslim ke
dalam Daulah Khilafah.
Ya Rabb al-'âlamîn. Allahumma amîn.

Tiga potensi yang paling mendasar yang telah Allah berikan kepada kita hendaknya
dapat kita manfaat dengan baik dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan akan
potensi dasar tersebut. Tubuh kita, akal kita, dan ruh kita hendaknya kita pelihara,
kita jaga, kita penuhi kebutuhannya.Bagaimana ketiga potensi tersebut bisa
dimanfaatkan untuk mencari kekayaan:
1. Bagaimana hasil usaha dari jasmani kita dalam mencari kekayaan
Firman Allah :
"Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang
mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah)
Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada
kamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS.At Taubah : 105)
“ Dialah yang menjadikan bumi ini mudah bagimu, maka berjalanlah di segala
penjurunya dan makanlah sebagian dari rizki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu
(kembali setelah) dibangkitkan.” (QS. Al Mulk : 15)
Rasulullah bersabda :
“ Pekerjaan terbaik adalah usahanya seseorang dengan tangannya sendiri dan
semua jual-beli itu baik.” (HR. Ahmad, Baihaqi dll)
Tidak ada satupun makanan yang lebih baik daripada yang dimakan dari hasil keringat
sendiri.” (HR. Bukhari).
Berapa sih kemampuan fisik kita dalam mengumpulkan harta? Bila kita hanya
mengandalkan kemampuan fisik kita maka rezeki yang didapatkan akan sangat
terbatas. Kita sudah berusaha mengeluarkan dan mengerahkan kekuatan
tubuh kita, hasilnya hanya dihargai beberapa rupiah. Berapa seorang kuli
dibayar dari hasil tenaganya?
2. Bagaimana hasil usaha dari akal kita dalam mencari kekayaan
Allah berfirman,
“tiap-tiap orang berbuat menurut keadaanya (keahliannya) masing-masing.
Maka Tuhanmu lebih mngetahui siapa yang lebih benar (profesional) jalannya.” (QS.
Al-Isra’ : 84).
Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang
yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat
menerima pelajaran. (QS. Az-Zumar : 9).
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya. (QS. al- Isra: 36).
“Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan yang ada di bumi
semuanya (sebagai rahmat) dari pada-Nya.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
(kekuasan Allah) bagi kaum yang berfikir (QS Al Jatsiyyah : 13)
“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di
muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.
Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehinga mereka
merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri………” (QS. Ar-Ra’d: 11)
Rasulullah bersada:
"Apabila suatu urusan diserahkan kepada
yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancuran." (Hadist Bukhari).
“Sesungguhnya Allah itu mencintai hamba-Nya yang apabila bekerja, ia
menyempurnakan pekerjaannya. [HR Thabrani].
Orang yang memiliki keahlian dia akan dibayar lebih tinggi daripada orang yang
tidak memiliki skill (hanya mengandalkan kekuatan tubuh). Kemampuan akal
memegang peranan yang penting dalam mencari kekayaan. Pekerjaan yang
dilakukan bukan hanya sekadar bekerja keras dengan kemampuan fisik, akan tetapi
bagaimana bekerja secara cerdas menggunakan akal.
3. Bagaimana hasil usaha dari ruhiyah kita dalam mencari kekayaan
“ Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan
carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu
beruntung.” (QS. Al-Jum’ah : 10)
"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar
baginya. Dan memberi-nya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (QS. Ath-
Thalaq: 2-3).
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan
melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al A'raaf : 96)
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan
hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan
tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha
Mengetahui." (QS. Al Baqarah : 261)
Pengertian menafkahkan harta di jalan Allah meliputi belanja untuk kepentingan jihad, pembangunan perguruan, rumah sakit, usaha penyelidikan ilmiah dan lain-lain.
Berkata Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi s.a.w. telah bersabda: Sesungguhnya
Allah s.w.t. telah berfirman:
“ Barangsiapa yang memusuhi waliKu, maka Aku mengisytiharkan perang terhadapnya. Dan tiada seseorang hambaKu yang bertaqarrub kepadaKu dengan sesuatu yang lebih kucintai
daripada ia menunaikan segala yang Kufardhukan ke atas dirinya. Dan hendaklah hambaku bertaqarrub kepadaKu dengan Nawafil, sehingga Aku mencintainya. Dan apabila Aku mencintainya, nescaya jadilah Aku (seolah-olah) pendengarannya yang ia mendengar dengannya, dan pemandangannya yang ia memandang dengannya, dan tangannya
yang ia bertindak dengannya, dan kakinya yang ia berjalan dengannya. Dan andaikata
ia memohonKu pasti akan Kuberinya, dan andaikata ia berlindung kepadaKu pasti
akan Kulindunginya”.
Tidak dapat dipungkiri bahwa kekuatan ruhiyah pun tidak bisa diabaikan begitu
saja. Allah SWT yang telah menentukan apakah kita akan mendapat rezeki atau tidak. Betapapun kita mengerahkan semua potensi kekuatan fisik kita dan berbagai strategi diterapkan, bila Allah belum menghendaki maka rezeki yang ada di hadapan kita belum tentu menjadi miliki
kita.
Rezeki kita sesungguhnya adalah apa yang telah kita infakkan di jalan Allah. Apa yang
ada saat ini belum tentu menjadi milik kita sepenuhnya. Bisa jadi ada yang mencuri
harta kita, terjadi musibah kebakaran, bencana alam dan lain-lain yang akan
menghilangkan dalam sekejap apa yang telah kita raih.
Saudarkau,
Kita harus sadar, berbagai upaya yang kita lakukan dari potensi-potensi tersebut
harus benar-benar sesuai dengan aturan Allah. Bila tidak maka bukanlah kebahagian
yang akan kita raih, tapi akan mengalami kesengsaraan abadi karena menikmati
kesenangan yang semu.

1. Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ?
2. Apa yang paling jauh dari kita di dunia ?
3. Apa yang paling besar di dunia ?
4. Apa yang paling berat di dunia ?
5. Apa yang paling ringan di dunia ?
6. Apa yang paling tajam di dunia ?
Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya.
Lalu Imam Al Ghozali bertanya....
pertama,"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?".
Murid-muridnya menjawab "orang ua,guru,kawan,dan sahabatnya". Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "MATI". Sebab itu sememangnya janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Ali Imran 185)
Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua....
"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?".
Murid -muridnya menjawab "negara Cina, bulan, matahari dan bintang - bintang". Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahawa semua jawaban yang mereka berikan itu adalah benar. Tapi yang paling benar adalah "MASA LALU". Walau dengan apa cara sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.
Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga....
"Apa yang paling besar di dunia ini?". Murid-muridnya menjawah "gunung, bumi dan matahari". Semua jawapan itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "NAFSU" (Al A'Raf 179). Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
Pertanyaan keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?".
Ada yang menjawab "besi dan gajah". Semua jawaban adalah benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah "MEMEGANG AMANAH" (Al Ahzab
72).
Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini.
Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang amanahnya.
Pertanyaan yang kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?"... Ada yang menjawab "kapas, angin, debu dan daun-daunan". Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah
meninggalkan Sholat. Gara-gara pekerjaan kita meninggalkan sholat, gara-gara bermmusyawarah kita meninggalkan sholat.
Dan pertanyaan keenam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?"...
Murid-muridnya menjawab dengan serentak, "pedang". Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah "LIDAH MANUSIA" Karena melalui lidah, Manusia selalunya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.
10 Koleksi Kata-Kata Mutiara Motivasi yang Membuat Anda Semangat Setiap Hari
Ada kalanya sewaktu bangun di pagi hari, tubuh rasanya malas-malasan, enggan bangun untuk mulai beraktivitas, inginnya bersembunyi di bawah selimut saja. Rasa malas semacam ini mungkin nyaman, namun tidak memberikan sesuatu bagi anda agar menjadi orang yang lebih baik.
Karenanya saya ingin berbagi sesuatu buat anda semua. Inilah 10 kumpulan kata-kata mutiara motivasi penggugah semangat dan pendorong ACTION. Sepuluh kumpulan kalimat mutiara dan motivasi ini sangat baik anda simpan dan anda baca secara rutin (bisa setiap bangun pagi, ketika siang hari, sore hari, atau sebelum tidur), sesuai makna dari masing-masing kalimat. Sebagai contoh, seperti kalimat nomor satu di bawah ini, sangat baik dibaca tiap bangun pagi.
Tanpa perlu berpanjang lebar lebar lagi, berikut 10 koleksi kata kata motivasi emas penggugah semangat dan pendorong ACTION untuk hidup menjadi lebih baik.
1. Pagi ini, saya bangun dalam keadaan sangat baik. Saya bangun dengan hati yang senang. Seperti mentari pagi yang menjalankan tugasnya menyinari semesta, saya pun bangun dan segera menjalankan tugas dan aktivitas saya hari ini. Saya akan melakukan tugas saya dengan sebaik-baiknya.
2. Saya adalah orang yang penuh motivasi. Setiap hari motivasi saya makin berkobar. Saya sangat YAKIN dan PERCAYA kalau apa yang saya impikan nanti bakal menjadi kenyataan. Saya percaya itu. Keyakinan ini bahkan sudah mengakar ke alam bawah sadar saya. Setiap kali saya merasa lemas, alam bawah sadar saya mengingatkan dan memberi motivasi kalau “saya bisa!”, bahwa “saya adalah seorang pemenang.”
3. Ketika saya berbicara, suara saya terdengar jelas, kuat, dan percaya diri. Saya sekarang percaya diri dalam segala situasi. Sebab saya adalah pemimpin yang memimpin dengan penuh kepercayaan diri.
4. Saya sekarang hidup dipenuhi keyakinan, kepercayaan dan kepastian. Saya sekarang orang yang percaya diri dan tegas. Dan hari ini saya menggunakan 100 % kapasitas diri saya. Tiap berjalan dan bergerak, saya menjalankannya dengan penuh keyakinan, namun tetap tenang. Saya sekarang adalah sosok yang kuat, mengesankan, dan lebih menarik setiap harinya. Kepercayaan diri dan kemampuan saya terus meningkat secara drastis tanpa henti.
5. Setiap hari saya bertambah baik dan makin bertambah baik. Saya menetapkan tujuan yang jelas dan membangun motivasi kuat untuk meraih apa yang saya inginkan. Sekarang segalanya menjadi jelas. Apa yang saya bayangkan dulu, kini kian dekat menjadi kenyataan. Lebih dekat dan makin dekat. Dan saya percaya SAYA BISA mendapatkannya. Tiap saat saya menerima banyak sekali anugerah dan kebaikan dalam hidup ini. Seluruh tubuh saya sekarang jadi tahu, apa misi dan tujuan saya hidup di dunia ini.
6. Saya percaya pada keyakinan kuat yang tertanam dalam diri saya. Berkat motivasi yang bertambah kuat setiap saat. Apapun yang saya percaya bisa dapatkan, saya yakin bisa saya dapatkan. Saya menciptakan “keberuntungan” saya tiap hari. Saya mencapai tujuan-tujuan saya dengan penuh riang gembira. Saya visualisasikan apa yang saya inginkan dan saya melakukan ACTION seperti dalam visualisasi tersebut. Dengan keyakinan ini saya bisa mewujudkan kenyataan apapun yang saya mau.
7. Semua yang saya butuhkan ada dalam diri saya sekarang. Saya adalah sosok yang bersahabat, terbuka, dan percaya diri. Saya juga pemberani dan tegas. Dengan semua ini saya mampu mengubah apapun dalam hidup saya seperti yang saya inginkan. Dan saya siap menerima tanggung jawab untuk perubahan hidup yang saya akan alami nanti.
8. Saat saya berbicara dengan orang lain, saya menatap mata lawan bicara saya dan berbicara dengan percaya diri. Saya buat momen itu menjadi begitu menyenangkan. Dalam tiap gerakan tubuh yang saya lakukan, saya melakukannya dengan tenang dan penuh percaya diri. Setiap kali kelopak mata saya tertutup dan saya menghirup udara dalam-dalam, kepercayaan diri saya bertambah kuat dan memenuhi seluruh bagian-bagian dalam tubuh saya. Saya melihat diri saya sekarang adalah sosok penuh percaya diri, punya keyakinan, dan berani mengambil tindakan.
9. Setiap hari, energi percaya diri dan rasa antusias saya meningkat drastis. Sebab saya punya komitmen untuk terus meningkatkan kemampuan diri saya setiap hari. Apa yang saya bayangkan bisa saya lakukan, pasti saya bisa lakukan. Dan saya melakukannya dengan konsisten dan penuh keberanian.
10. Ekspresi wajah saya saat ini menggambarkan rasa yakin dan percaya diri. Sekarang saya mengalami masa-masa paling menyenangkan dalam hidup saya. Dan momen ini menginspirasi saya untuk lebih percaya diri dan memiliki harga diri. Saya berbicara pada diri saya dan orang-orang di sekitar saya dengan keyakinan. Saya sekarang mengontrol seluruh diri saya. Perkataan saya, pikiran saya, dan perasaan saya, semuanya ada dalam kendali saya. Rasa percaya dalam diri saya ini bukan hanya menginsiprasi saya sendiri, namun juga menginspirasi setiap orang yang saya temui.
Simpan koleksi kata-kata mutiara dan kalimat motivasi di atas.
Anda pilih kata-kata yang anda rasa paling sesuai kebutuhan anda.
Saran saya, sebaiknya anda baca rutin kata kata motivasi pilihan anda tersebut.
Bisa di waktu pagi hari selepas bangun tidur, siang hari saat beristirahat, sore hari selepas mandi, atau malam hari sebelum tidur.
Lihat perbedaannya dalam beberapa hari ke depan. Anda akan temukan diri anda sebagai orang yang berbeda.
Anda menjadi menjadi orang yang lebih baik dibanding ketika pertama kali menemukan artikel ini.
(forum Umat Rindu Syariah Khilafah,,my-mind ann fauziana)
Bangun Motivasi Diri Untuk Berkarya dan berkorban bagi kemajuan Umat!
“ Siapakah yang menjamin Anda hidup sampai dzuhur, jika Allah menakdirkanmu mati sekarang”( Abdul Malik ibnu Umar ibnu Abdul Azis)
Sepeninggal Sulaiman Ibnu Abdul malik, Khalifah ketujuh dari Bani Umayyah, rakyat membai’at Umar bin Abdul Azis menjadi khalifah . Sebelum menjadi khalifah, Umar bin Abdul Azis pernah menjadi Gubernur madinah. Beliau mempunyai beberapa orang anak, diantaranya Abdul Malik Ibnu Umar. Dia masih muda, tetapi ketaqwaan dan kezuhudannya senantiasa menghiasi lembaran hidupnya.
Suatu saat, ketika Umar sampai di rumah sepulang mengurusi pemakaman jenazah Sulaiman ibnul malik, datanglah putranya Abdul malik ibnu Umar menghampirinya. Ia bertanya, “ Wahai Amirul Mukminin, gerangan apakah yang mendorong Anda membaringkan diri di siang bolong ini?”
Umar bin Abdul Azis tersetak dan kaget tatkala Sang Putera memanggilnya dengan sebutan Amirul Mukminin, bukan panggilan ayah sebagimana biasanya. Ini mengisyaratkan bahwa puteranya ingin mempertanyakan tanggung jawab ayahnya sebagai kepala Negara bukan sebagai kepala keluarga.
“Aku letih dan butuh istirahat!”, jawab ang ayah. “Pantaslah Anda beristirahat padahal banyak rakyat yang tertindas?” kata Sang Anak dengan penuh bijak. “Wahai anakku, Semalam suntuk aku menjaga pamanmu. Nanti setelah sholat dzuhur aku akan mengembalikan hak-hak orang yang teraniaya.” Jawab Umar bin Abdul Azis.
“ Wahai Amirul Mukminin, Siapakah yang menjamin Anda hidup sampai Dzuhur, jika Allah menaqdirkanmu mati sekarang?” Mendengar ucapan anaknya tesebut, Umar semakin terperangah. Beliau rangkul dengan erat serac diciumlah anak itu sembari berkat, “Segala puji bagi Allah yang telah mengaruniakan padaku anak yang sholeh dan telah membuatku menegakkan agama.”
Selanjutnya beliau perintahkan juriu bicaranya mengumumkan kepada seluruh rakyat, “Barangsiapa yang merasa terdzalimi, hendaknya mengadukan nasibnya kepada Khalifah!” Dan seketika itu juga atas dasar aduan masyarakat yang terdzalimi wali-wali gubernur yang korup dan dzalim di hentikan dan di beri sanksi sesuai dengan kesalahannya masing dan berdasarkan syareat Islam.
Subhanalllah , Luar biasa. Nasihat itu begitu akurat. Datang pada saat yang tepat. Maka catat besar-besar nasihat ini, kalau perlu tempelkan di ruang belajar dan ruang kerjamu Wahai siapa saja para pemimpin umat ini.
“Siapakah yang menjamin Anda hidup sampai dzuhur, Jika Allah menakdirkanmu mati sekarang?”
Sobat, Oleh karena itu jadikan waktu yang tersisa ini untuk berkarya bagi kemajuan umat. Saat semangat lagi dahsyat, picu dan pacu diri dengan prestasi, jaga konsistensi, pelihara motivasi, rawat stamina, dan hargai setiap kebaikan, sekecil apa pun. Nah bila lagi drop atau loyo, down, Jangan ke mana-mana, justru lembutkan hati dengan Dzikrullah, muhasabah diri, baca kisah-kisah shahabat, atau buku-buku motivasi dan pengembangan diri atau bikin variasi kegiatan yang menyegarkan. Alhamdulillah wa syukurillah bersyukur pada-Mu Ya Allah..
Sobat, motivasi yang paling kuat dan dahsyat justru dari dalam diri sendiri yaitu kesadaran akan hubungan kita dengan Allah SWt. The Power of Niat ikhlas karena Allah. Itulah yang dahsyat, sebab, niat yang benar akan membuat amal menjadi besar, jalan nggak ke sasar, pandangan tidak nanar, sehingga potensi terarah untuk melahirkan karya besar. Niat membuat energy lebih focus dan lebih semangat, tanpa niat, amal tak terurus dan kesempatan lewat.
Imam Az-Zamakhsari ketika hendak putus asa mencari ilmu karena keburu tua justru diingatkan oleh semut yang hendak masuk lubang hingga lima kali tapi tak pernah menyerah, terus berusaha. Imam Ahmad saat dipenjara karena konsisten dalam memegang prinsip, tergugah oleh nasehat preman yang langganan masuk penjara karena kejahatan. Emha Ainun Najib dibero nasehat tukang becak. Seorang kakek tersentak sadar ketika ada anak kecil takut neraka.
Sobat, kita khawatir, kita keburu mati sementara kita baru MBA( Masih Belum Apa-apa).Laa haula walaa quwwata illa billaah. Jangan sampai terlintas dalam pikiran kita untuk mengincar keburukan atau merencanakan kejahatan. Sebab kalau di dalam hati tersimpan niat buruk, hal itu bisa membawa su’ul khatimah. Hati-hatilah, selalu ingatkan diri untuk mengislamkan hari-hari kita dan jangan sekali-kali mati kecuali dalam Islam yang tertancap di hati.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (TQS Ali Imran : 102 ) .
(www.mentorplus.multiply.com atau www.fikrulmustanir.blogspot.com )
Kemuliaan ditandai dgn Besarnya nilai manfaat yang mampu kita berikan untuk Umat. Kita sering ragu akan kemampuan diri sendiri untuk membuat perubahan.Padahal sesungguhnya semua kekuatan yang dibutuhkan untuk meraihnya sudah ada di dalam diri Kita.Sekarang waktunya bagi kita membangun Kekuatan itu. Mari kita Raih Kesuksesan dengan menciptkan Prestasi prestasi dakwah besar yang melegenda.., Mari Kita berjalan di atas mukabumi ini sebagai manusia mulia yang senantiasa bermanfaat dan dirindukan kehadirannya.Hidup ini singkat,Jadi berikanlah yang terbaik!Untuk itu sangat dibutuhkan perubahan diri.
"BERANI MEMULAI UNTUK MENCAPAI 1000 LANGKAH HARUS DIMULAI DENGAN LANGKAH PERTAMA"
" Berusahalah sekuat tenaga untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu dan janganlah sekali2 kamu merasa lemah. Dan mintalah tolong kepada Allah"
About Me
- diN!e aZ zaHRa
- Ketika huruf bisa tersusun menjadi kata, ketika kata dapat tertautkan menjadi kalimat, dan ketika kalimat berhasil terangkai menjadi tulisan yang inspiratif. Ketika itulah akan terasakan suatu kebahagiaan yang luar biasa.. MAWAR itu MERAH karena BERANI, MAWAR itu BERDURI untuk melindungi dirinya... Jadilah MAWAR KEHIDUPAN!!!
