ZONA ReVoLuSi ISLAM

Beyond The InspiRation..Menjadi Sumber InsPrasi.. Keep Fight for WhiTe revoLution until Islam doMinate the woRld..

Tampilkan postingan dengan label REMAJA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label REMAJA. Tampilkan semua postingan




Weh Bangkit apanya Nih???
Jangan salah euy kalo remaja puteri cuma bisa diandalkan dalam urusan sumur dan dapur doang. Nggak lha yauw. Remaja puteri juga bisa tampil dalam kegiatan masyarakat lainnya. Bahkan lebih keren lagi, remaja puteri juga bisa terlibat dalam upaya untuk kebangkitan Islam dan kaum muslimin. Bener lho. Nggak percaya? Silakan dicoba!

Sayangnya, remaja puteri sekarang pada cuek bebek sih kalo disuruh merhatiin kondisi kehidupan. Diajak ngomongin pasar bebas, eh malah nyambungnya ke belanja di mall. Diminta menjelaskan ada apa di balik invasi AS ke Irak dan Afganistan serta dalang Rencana Pembakaran Al Quran di Amrik, yang muncul malah berbusa-busa menerangkan tokoh idolanya dari Amrik; Justin Bieber, Rihanna, Lady Gaga, Ashley Tisdalle, Shakira, Eminem dan gerombolannya.

Eh…, pas ditanya kenapa Australia ikut-ikutan dengan Amrik menggebuk Irak Pakistan dan Afganistan, yang keluar justru nama-nama personel band beraliran seattle sound asal Australia, Silverchair. Dengan lancarnya para cewek – ceweks menyebutkan Daniel Johns, Ben Gillies, dan Chris Joannou. Itu lho, yang punya album, Diorama,…..Cilaka euy! ?

Memang sebagian besar remaja puteri adalah pelanggan setia berita-berita gosip para seleb yang dirangkum dalam infotainment. Bahkan remaja puteri lah yang paling rajin mengoleksi beragam asksesoris yang berhubungan erat dengan para seleb penghias media massa dan elektronik. Mulai dari poster nya Kim Bum dan Lee Min Ho (Goo Jon Pyo) yang lagi booming – boomingnya dengan *boys before flower * nya.., atau gelas cantik yang ada gambar salah satu tokoh dorama cewek yang lagi hot – hot nya Geum Jan Di (Kyo Hee sun) . Heem galz….padahal banyak para tokoh yang kita idolain itu ga semuanya baik lho.., lihat aja gaya busananya, pola pergaulannya, urusan cintanya bahkan gaya berpikirnya semuanya bertentangan dengan Islam. Jangan sampai saking kita ngefansnya sama tokoh idola kita entu, kita ngikutin gaya hidupnya yang permissive dan hedonis. Wacks..engga’Lah yaw….




Meski demikian, untungnya masih ada juga yang mau bersusah payah menyadarkan kaum Hawa ini untuk menjadi perempuan yang beriman dan berIslam ( sepertinya jauh lebih indah ya?). Karena menjadi perempuan muslimah itu merupakan sebuah berkah yang tidak dialami oleh semua perempuan di dunia. Dan berkah ini akan menjadi lebih sempurna ketika sebagai muslimah, kita menyadari akan keistimewaan ini. Kenapa bisa begitu? Karena ternyata di luar sana, banyak banget mereka yang mengaku dirinya muslimah namun masih bingung dengan jati dirinya sendiri. Mereka akhirnya berusaha mencari jawaban kebingungan itu dengan mengambil jalan lain yang nggak ada benernya sama sekali.

Itu sebabnya, sering banget “kaum feminis” berusaha menyadarkan perempuan / muslimah untuk memperjuangkan kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan, bahasa kerennya ngomongin pemberdayaan perempuan. Mereka menganggap bahwa perempuan sekarang kudu tampil di sektor publik, kudu menjadi bagian dari pelaksanaan program pemerintah, ikut serta dalam mengelola pemerintahan dan sektor umum lainnya. Pendek kata, perempuan/muslimah juga kudu berdaya di tengah keterbatasan fisiknya. Paling nggak kesan itulah yang akhirnya muncul.

So Galz, kamu bisa terlibat dan melibatkan diri dalam upaya kebangkitan Islam dan umatnya ini juga lho!. Yap, sebatas yang kamu sanggup sebagai remaja Islam. Minimal banget, kamu perlu paham dulu tentang kondisi masyarakat yang bakal kita sama-sama ubah. Sebab, lucu banget kan kalo kita teriak-teriak untuk mengadakan perubahan terhadap masyarakat yang rusak, tapi kita sendiri nggak “ngeh” dengan kondisi masyarakat, apalagi kalo kudu bicara solusinya. Lebeng! Aneh bin ajaib atuh namanya.???heheekkss..

Itu artinya, sebagai remaja puteri kamu juga perlu dan bahkan wajib juga memiliki kesadaran politik supaya bisa nyetel dengan kondisi masyarakat yang ada sekarang. Itu sebabnya, meski peran kamu di jalur umum dibatasi, bukan berarti sempit juga peluang untuk mengasah kesadaran politik kamu. Waduh, mungkin di antara kamu ada yang protes bahwa sedikit-sedikit kok menyangkut politik. Sebentar-sebentar ngomongin politik, apa nggak ada pembahasan lain? He..he..he.. jangan nepsong gitu ah. Kalem aja Mbak. Nanti juga bisa nebak sendiri maksud di balik itu.

Yang bisa kamu lakukan
Kaum Hawa juga kudu trengginas dalam bergerak nih. Nggak boleh kalah sama anak cowoks. Ceweks – ceweks juga punya kesempatan yang sama dengan anak cowok dalam berjuang untuk menegakkan kemuliaan Islam dan kaum muslimin.

Memang sih, keterlibatan kamu dalam perjuangan tersebut kudu disesuaikan juga dengan kemampuan kamu. Nah, sekarang kita bicara potensi yang kamu miliki.
Kalo dirunut, secara umum remaja puteri itu memiliki beberapa potensi, di antaranya; waktu luang, faktor usia, dan tingkat keilmuan. Khusus untuk usia, erat hubungannya dengan kondisi fisik dan kemampuan daya pikir. Maklumlah, anak muda kan masih greng untuk diajak sprint He..he..he..

Apa yang bisa dilakukan remaja puteri dalam kebangkitan Islam dan kaum muslimin ini? Sama seperti remaja putra, mengubah kondisi masyarakat yang masih jahiliyah ini menjadi masyarakat yang islami. Dan yakinlah, bahwa cuma Islam yang bisa membawa rahmat bagi seluruh umat manusia.

Bener, manusia mana sih yang nggak sukses bersama Islam? Islam, ketika pertama kali disampaikan oleh Rasulullah Saw. telah begitu memikat hati siapa saja yang mau menerima kebenaran. Masyarakat Quraisy yang terkenal “garang” pun luluh hatinya saat Islam mulai memancarkan cahayanya di Makkah. Satu persatu pemuda-pemudi Quraisy tertarik masuk Islam. Pemikiran-pemikiran yang dibawa Islam telah menyulap kebodohon menjadi kecerdasan. Masyarakat Quraisy yang biasa menyembah berhala pun, dibuat tak berkutik ketika diajukan pertanyaan, “Apakah ini yang kalian sembah, padahal ia tidak mampu mengusir seekor lalat pun yang hinggap di tubuhnya?” Perang pemikiran terus berlangsung, hingga akhirnya Islam berkembang pesat dan menjadi peradaban paling maju di dunia.

Fakta sejarah membuktikan, bagaimana Rasulullah Saw. berhasil menegakkan sebuah peradaban yang khas yang penuh rahmat di atas landasan tauhid di Jazirah Arab yang kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia. Saking digdayanya Islam, sampe-sampe, orientalis terkemuka L. Stoddard, memberikan pujian dalam bukunya The New Wolrd of Islam. Katanya, “ Bangkitnya Islam adalah satu peristiwa yang paling menakjubkan dalam sejarah manusia. Dalam tempo kurang dari seabad, dari gurun tandus dan suku bangsa terbelakang, Islam telah tersebar hampir menggenangi separuh dunia. Menghancurkan kerajaan-kerajaan besar, memusnahkan beberapa agama besar yang telah dianut berbilang zaman dan abad.”

Tuh, orientalis aja bikin pujian sama Islam, kenapa kita malah nggak ngeh tentang Islam, bahkan sebagian di antara teman remaja malah mencoba meredupkan cahaya agama Allah ini dengan aktivitas yang bertentangan dengan syariat Islam. Aduh, jangan sampe deh kita menjadi mesin penghancur Islam.

Nah, pertanyaannya sekarang, kenapa Islam bisa menjadi besar dan berkembang pesat? Jawabannya adalah, karena Islam disampaikan dengan dakwah dan jihad. Tanpa itu, mustahil kita bisa mengetahui bab demi bab dalam kitab fikih yang membahas dari mulai masalah bersuci sampai tentang pemerintahan Islam. Siapa tahu kita yang tinggal di negeri ini nggak mengenal Islam seperti sekarang, jika saja dulu Rasulullah dan para sahabat, juga kaum muslimin setelahnya tidak berdakwah menyampaikan Islam. Nggak kebayang deh!

Itu sebabnya, potensi yang kamu miliki berupa waktu luang, karena rata-rata dari kamu memang belum disibukkan dengan ngurus anak, suami dan segala macam masalah keluarga. Jadi masih free untuk terjun dalam dakwah. Masih bisa konsentrasi. Begitupula dengan kondisi fisik dan keilmuan, keduanya bisa menjadi pendukung dalam menyampaikan (mendakwahkan) Islam.

Nah, masalahnya sekarang, berjuang dalam dakwah ini perlu memahami kondisi masyarakat dan berbagai peristiwa yang berkembang. Itu sebabnya, di sinilah perlunya pemahaman kesadaran politik yang benar. Biar dakwahnya nggak asal aja. Tul nggak?
Langkah praktisnya?

Emang sih, upaya untuk mewujudkan kebangkitan Islam ini bukanlah tugas orang or golongan tertentu aja. Tapi semua orang yang merasa dirinya muslim punya tanggung jawab dakwah untuk kebangkitan Islam ini, termasuk tentunya teman-teman remaja puteri. Sebab kewajiban melaksanakan ajaran agama adalah bagi orang-orang yang sudah mukallaf alias terbebani hukum. Siapa saja mereka? Orang yang baligh alias bukan anak-anak lagi dan yang berakal. Oya, remaja kan bukan anak-anak lagi, iya nggak? Jadi udah mukallaf dong…hiiii,

Teman, kita kudu memahami bahwa dakwah adalah beban yang kudu kita pikul bersama. Jangan pernah ada kata menyerah atawa malas untuk melakukan aktivitas mulia ini. Malah aktivitas ini harus kita pahami sebagai wujud kasih sayang kita terhadap saudara yang lain.

Sobat muda muslim, untuk mewujudkan kebangkitan yang kita cita-citakan memang butuh keseriusan dari kita semua, kaum muslimin. Meski kita masih remaja, bukan berarti nggak boleh serius. Justru seharusnya, masa remaja kita gunakan untuk mengasah diri supaya bisa mempertajam kemampuan berpikir kita. Lebih khusus lagi kemampuan untuk berpikir islami. Ada beberapa tahap yang bisa kita jadikan sebagai jalan untuk meniti kebangkitan yang hakiki. Dalam kitab an-Nahdhah (hlm. 132-155), karya Ustadz Hafidz Shalih, dijelaskan sbb.:

Pertama, setiap muslim kudu menyadari tugasnya sebagai pengemban dakwah. Allah Swt. berfirman:”Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” [TQS an-Nahl [16]: 125]
Kedua, setiap muslim harus memahami Islam sebagai sebuah mabda, alias ideologi. Dengan begitu, kita bisa menjadikan Islam sebagai pedoman hidup kita. Islam bukan hanya mengatur urusan sholat, zakat, puasa aja, tapi sekaligus mengurusi masalah ekonomi, politik, pendidikan, hukum, peradilan, pemerintahan, dsb. Ketiga, kita kudu berjuang menegakkan Islam. Keempat, melakukan kontak pemikiran dengan masyarakat, nggak cuma diem doang. Sebarkan ide-ide Islam kepada mereka. Kalo ternyata timbul pro dan kontra, itu wajar. Rasulullah saw. saja pernah merasakannya. Tenang. Kita di jalur yang benar. Kelima, harus jelas dalam berjuang. Artinya, kita kudu fokus dan membatasi mana yang pokok, dan mana yang cabang. Allah swt berfirman: “Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik". [TQS Yusuf [12]: 108]
Keenam, harus berani melakukan shiraul fikriy (pertarungan pemikiran) dengan berbagai ide sesat yang ada di masyarakat. Misalnya, sampaikan bahwa demokrasi sesat, nasionalisme itu tercela, sekularisme adalah bagian dari kekufuran dan sebagainya. Itu sebabnya, perjuangan Boedi Oetomo yang katanya sebagai tonggak kebangkitan, ternyata malah menuju kemunduran. Kenapa? Karena menyerukan nasionalisme. Nah, remaja puteri Islam, harus berani melawan itu semua! Allahu Akbar!
Ketujuh, selalu meng-update perkembangan yang terjadi di masyarakat. Dan berikan solusinya dengan ajaran Islam. Kedelapan, kita harus bisa menunjukkan kelemahan dan kepalsuan sistem kufur yang tengah mengatur kehidupan masyarakat kita saat ini. Supaya mereka juga ngeh, bahwa selama ini ternyata hidup dalam lingkungan yang tidak islami. Itu sebabnya kita juga mengajak kaum muslimin untuk berjuang melanjutkan kehidupan Islam.

Oya, semua itu nggak mungkin dong, kalo dilakukan seorang diri, tapi mutlak berjamaah. Lha wong main bola aja nggak bisa sendirian kan, tapi perlu kesebelasan. Inilah yang disebut kekompakan dan kebersamaan.
Remaja puteri, mau bangkit dan berjuang kan? Apalagi untuk kemuliaan Islam dan kaum muslimin. Pahalanya besar, lho. Jadi, buruan sadar, pelajari Islam, Kaji Islam lebih dalam dan ayo bangkit!!


Menjadi idola, artis populer, model terkenal, kaya raya, barangkali itu impian remaja masa kini. Bahkan orang tua pun termasuk sosok yang selama ini sangat mendukung dan merasa bangga, kalau anaknya melejit jadi bintang. Sampai merekapun rela susah payah mengantar dan menunggui anaknya untuk ikut audisi di berbagai kontes yang marak diselenggarakan oleh stasiun televisi.

Maraknya berbagai program instant menjadi bintang, tidak lain karena diilhami oleh suksesnya pendahulu program Akademi Fantasi Indosiar (AFI). Respon AFI begitu membahana dan mengena di hati masyarakat. Buktinya, pada setiap konser AFI digelar, begitu padatnya pemirsa yang hadir sembari membawa spanduk atau poster bintang favorit mereka. Nggak cukup itu, banyak pemirsa televisi yang mengirimkan sms maupun premium call untuk mendukung akademia favorit mereka.

Saat dirilisnya album AFI I juga telah menuai sukses penjualan hingga lebih dari 400 ribu keping yang mendapatkan penghargaan double platinum. Tidak aneh kalau kemudian penyelenggara mempertahankan ajang ini. Program ini telah menjadi bisnis yang ‘super’ menguntungkan. Bahkan untuk meluaskan pasar, Indosiar juga menggelar AFI yunior. Ruarrr biasa.

Tentu dengan apresiasi yang wah, menjadi daya tarik bagi pengusaha pertelevisian untuk niru program serupa. Maka munculah Indonesian Idol yang merupakan franchise-nya American Idol yang juga ditayangkan di RCTI. Acara ini pun mendapatkan sambutan yang heboh dari para remaja. Terbukti dengan banyaknya peserta audisi dari berbagai kota besar di Indonesia, hingga tercatat lebih dari tiga puluh dua ribu peserta audisi. Nampaknya ini pun juga mengusik stasiun televisi yang lain untuk menjaring calon-calon bintang. Maka TPI pun menyiapkan audisi di berbagai kota besar untuk program Kontes Dangdut TPI-nya (KDI).

Sekarang ada Indonesia mencari bakat, Indonesia go talent, Suara Indonesia, dll. Semuanya sama akan menjerumuskan, mengesklpoitasi, mengakapitalisasi anak-anak atau remaja kita. Buktinya, setelah mereka jadi “bintang”, mereka dapat kontrak sekian juta, yang akhirnya jadilah mereka remaja Instant.

Be Islam The One Answer

Dunia tengah memasuki era globalisasi sebagai hasil rekayasa teknologi informasi. Era ini telah membawa manusia pada budaya global, budaya ngepop yang melahirkan remaja instant. Sehingga menyeret manusia (baca: umat Islam) untuk jauh dari konsepsi masyarakat Islam, berdasarkan aqidah dan syariah Islam. Sekarang mereka lebih mirip dan bahkan mungkin bisa dikatakan sama dengan masyarakat Barat yang ‘super’ sekuler. Walaupun mereka berdalih bahwa begitulah manusia modern itu, meski sebenarnya bukan modern tapi bejat. Kasihan memang.

Prinsip sosio budaya yang dipraktekkan oleh umat Islam telah jauh dari prinsip Islam, apakah itu dari segi hubungan pria maupun wanitanya, hiburan, kesenian, busana hingga pandangan hidupnya. Pandangan terhadap karir dan popularitas menjadi sebuah dambaan bagi para remaja. Dengan modal tampang keren, wajah cantik atau ganteng, tubuh dan suara indah jadi perantara buat mereka untuk memuluskan angan-angan jadi artis, bintang film, peragawan dan peragawati, tanpa memandang apakah aktivitas itu bertentangan ataukah tidak dengan aturan-aturan yang diturunkan oleh Allah SWT yang menciptakannya.

Islam adalah din yang sempurna yang di dalamnya mengatur segala aspek kehidupan. Termasuk diantaranya hubungan pria dan wanita, pandangan terhadap kesenian, dll., Allah Berfirman :
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya: yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat Dan katakanlah kepada wanita-wanita mukmin hendaklah mereka menahan pandangannya, dan menjaga kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya,……….(Qs an-Nur 30-31).
“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anakmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka ……” (Qs. al-Ahzab 59).

Di samping perintah-perintah di atas, Allah juga memberikan peringatan-peringatan. Di antaranya dari sabda Rosul SAW:

“Ada dua golongan calon penghuni neraka yang belum saya lihat sekarang, Yaitu pertama……, kedua wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, yang berlenggak-lenggok dan rambut kepalanya menonjol seperti punuk unta. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal bau surga itu dapat dicium dari perjalanan sejauh sekian & sekian” (HR. Muslim).

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka” (HR. Abu Daud).

Dari beberapa nash di atas sudah cukup kiranya bagi kita semua bahwa ajang-ajang yang marak saat ini yang ditayangkan di televisi adalah bentuk kemaksiatan kepada Allah SWT. Sehingga perlu kiranya para remaja khususnya termasuk orang tua benar-benar memperhatikan hal ini. Oleh karena itu patutlah kita merenungi Ayat: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…(QS. at-Tahrim 6).

Khatimah“

Suatu saat nanti, kaumku akan mengikuti kebiasaan orang kafir, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, hingga bila mereka masuk ke lubang biawakpun akan diikutinya” (al- Hadits).

Gambaran sebagaimana yang dinyatakan Rosul dalam sabdanya pada saat ini benar-benar terjadi.
Apa yang menimpa manusia umumnya dan remaja khususnya tidaklah tepat kalau hanya ditimpakan kepada remaja semata. Tetapi justru negaralah sebenarnya yang memilki tanggung jawab besar, karena telah menerapkan sistem kapitalis, dimana UU serta kebijakan yang ditetapkan tidak bersandar pada halal-haram tetapi hanya manfaat semata, yang pada gilirannya kebebasan dan kemaksiatan merebak dimana-mana dan remaja pun akhirnya jadi korban akibat mereka tidak mendapatkan pemahaman Islam yang memadahi.

Sehingga untuk melepaskan diri dari semua itu haruslah ada upaya penyadaran bagi para remaja, orang tua terhadap Islam. Lebih-lebih bagi negara yang paling bertanggung jawab dalam hal ini, karena telah memberikan peluang kemaksiatan merebak dimana-mana.

Tidak ada jalan lain kecuali hanya mewujudkan negara yang menerapkan Islam secara menyeluruh. Karena hanya dengan itulah manusia pada umumnya dan generasi muda pada khususnya bisa diselamatkan dari kekejaman kapitalisme.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

About Me

Foto saya
Ketika huruf bisa tersusun menjadi kata, ketika kata dapat tertautkan menjadi kalimat, dan ketika kalimat berhasil terangkai menjadi tulisan yang inspiratif. Ketika itulah akan terasakan suatu kebahagiaan yang luar biasa.. MAWAR itu MERAH karena BERANI, MAWAR itu BERDURI untuk melindungi dirinya... Jadilah MAWAR KEHIDUPAN!!!

Search This Blog

Ahlan wa Sahlan to My ZOne


Click here for Myspace Layouts

About this blog

Lewat hentakan jari jemari ini, sebuah tulisan kan mengalir Indah,yang akan mampu memberikan setitik pencerahan untuk umat




MUHASABAH

ISLAM akan segera MENANG tanpa menunggu siapapun, tetapi ALLAH akan memilih diantara HambaNYA yang memiliki kemauan untuk menolong agamaNYA.



Apakah "Kita" termasuk didalam orang orang yang terpilih tersebut??



Keep FighT!!




"Pengingat waKtu"

CuAp2..TinggaLkan PeSan

Bijak

BENDERA UMAT ISLAM

HAK CIPTA HANYA MILIK ALLAH. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

aLL about "diNie"

Foto saya
Ketika huruf bisa tersusun menjadi kata, ketika kata dapat tertautkan menjadi kalimat, dan ketika kalimat berhasil terangkai menjadi tulisan yang inspiratif. Ketika itulah akan terasakan suatu kebahagiaan yang luar biasa.. MAWAR itu MERAH karena BERANI, MAWAR itu BERDURI untuk melindungi dirinya... Jadilah MAWAR KEHIDUPAN!!!